Taubatnya Hati

Saat Nabi Adam Alaihis Salam dan Hawa melakukan kesalahan dan dosa, yaitu mendekati pohon yang Allah larang dan memakan buahnya, Nabi Adam dan Hawa dihukum dan diturunkan ke bumi. Allah berfirman :

…وَقُلْنَا اهْبِطُوا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ ۖ وَلَكُمْ فِي الْأَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَاعٌ إِلَىٰ حِينٍ

“…Kami berfirman: “Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan” (QS. 2 : 36)

Nabi Adam dan Hawa pun mengakui kesalahannya, lalu mohon ampun pada Allah. Hatinya bertaubat dengan menyesali peristiwa tersebut. Nabi Adam dan Hawa berdoa kepada Allah :

قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Keduanya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.” (QS 7: 23)

Allah mengabulkan doa itu dan memaafkan kesalahannya serta mengampuni dosanya. Firman Allah :

فَتَلَقَّىٰ آدَمُ مِنْ رَبِّهِ كَلِمَاتٍ فَتَابَ عَلَيْهِ ۚ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

“Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. 2 : 37)

Taubatnya hati adalah penyesalan mendalam atas kesalahan dan dosa. Memohon ampun pada Allah atas kekhilafan baik sengaja ataupun tidak. Mohon ampun atas dosa yang dilakukan sungguh-sungguh maupun tanpa sadar. Taubatnya hati adalah berserah diri, dan tunduk patuh pada Allah.

…مَنْ خَشِيَ الرَّحْمَنَ بِالْغَيْبِ وَجَاءَ بِقَلْبٍ مُنِيبٍ…

“….(Yaitu) orang yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, sedangkan Dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertobat..” (QS. 50 :33)

Taubatnya hati adalah hati yang takut pada Allah, takut atas azab yang pedih di akhirat kelak. Takut atas neraka yang Allah ancamkan kepada orang-orang yang tidak mau kembali atau bertaubat kepadaNya.

Marilah mohon ampun padaNya atas kesalahan melangkah dalam kehidupan, kesalahan mulut yang banyak ‘racunnya’, kesalahan telinga yang banyak mendengar perkataan sia-sia. Semoga menghadap Allah kelak dalam keadaan hati yang bertaubat.

Serial Risalah Hati Bagian 9, Syahrawi Munthe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.