Sahabat Abu Said Al Khudri

Nama lengkap beliau adalah Sa’ad bin Malik bin Sinan Al Khudri, lebih dikenal dengan nama Abu Sa’id Al Khudri. Sahabat yang lahir 10 tahun sebelum hijrah ini termasuk kaum anshar dari suku Al khazraj. Beliau ikut bai’at ridhwan di Hudaibiyah pada tahun 6H dan ikut dalam perang khandaq bersama Rosulullah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam. Beliau wafat di Madinah tahun 74 H dan dimakamkan di Baqi’.



Sahabat Abu Said Al Khudri seorang cerdik cendekiawan. Beliau merupakan salah satu sahabat yang banyak merawikan hadist. Tercatat sebanyak 1.170 hadist beliau riwayatakan, diantaranya 46 buah dalam Bukhari dan Muslim, 16 dalam Bukhari saja, dan selebihnya tersebar dalam berbagai kitab hadist. Abu Sa’id al-Khudri ra meriwayatkan hadits-hadits Nabi saw yang ia terima dari :

1. Malik bin Sinan ra,
2. Qatadah bin Nu’man ra,
3. Abu Bakar ash-Shiddiq ra,
4. Umar bin Khattab ra,
5. Utsman bin Affan ra,
6. Ali bin Abi Thalib ra,
7. Abu Musa al-Asy’ari ra,
8. Zaid bin Tsabit ra,
9. Abdullah bin Salam ra, serta shahabat-shahabat lain ra.


Di antara sahabat yang meriwayatkan hadits darinya adalah :
1. Abdullah bin Abbas ra,
2. Abdullah bin Umar ra,
3. Jabir bin Abdillah ra, Mahmud bin Labid ra,
4. Abu Umamah bin Sahl ra, dan
5. Abu At-Thufail ra


Di kalangan generasi para tabiin adalah :
1. Said bin Musayyib ra,
2. Abu Utsman bin An Nahdi ra,
3. Thariq bin Syihab ra, dan banyak lagi.


Ketika perang Uhud pecah ayahnya membawanya kepada Rasulullah saw dan meminta agar anaknya diikutkan dalam peperangan. Pada waktu itu sahabat sa’id masih berusia 13 tahun. Walaupun ayahnya menyanjung kekuatan tubuh anaknya:” Dia bertulang besar ya Rasulullah” tetapi, Rasulullah saw tetap menganggapnya masih kecil dan menyuruh membawanya pulang.


Saat peperangan Uhud berakhir, Allah takdirkan ayah beliau gugur di medan Uhud dan tidak meninggalkan banyak harta untuk keluarganya. Sungguh kematian ayahnya ini menjadikan beban tersendiri bagi Abu Sa’id beserta keluarganya. Maka Abu Said Saad bin Sinan ra beserta beberapa sahabat Anshar pun berinisiatif untuk mendatangi Rasulullah saw demi menyebutkan keadaan mereka beserta keluarga. Rasulullah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam kemudian mengajari dengan suatu pelajaran yang bisa beliau petik darinya berbagai faedah, sebagaimana hadits Nabi :


Barang siapa yang merasa cukup, maka Allah akan berikan kecukupan kepadanya, dan barang siapa menjaga kehormatan dirinya, maka Allah akan menjaga kehormatannya, dan barang siapa yang berusaha, maka Allah akan menjadikannya sebagai penyabar.” (HR.Bukhari dan Muslim)


Pengajaran yang luar biasa setelah kedatanganya kepada Rasulullah adalah :
1. Pengajaran untuk hidup dengan sikap ‘afif, menjaga kehormatan diri, tidak meminta-minta kepada manusia.
2. Nasehat tentang bentuk tawakal yang sempurna kepada Allah dan bersabar dari kepayahan yang menimpa


Abu Said Al Khudri ra mampu mencerna makna pesan Rasulullah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam kepadanya. Setelah itu ia membuat keputusan yang terbaik untuk dirinya dan keluarganya. Ia putuskan untuk pulang, memilih sikap ‘afif, disertai tawakal kepada Allah dan bersabar.  Sungguh sikap yang luar biasa untuk anak yang baru berumur 13 tahun.


Beberapa contoh hadits terkenal yang beliau riwayatkan dari Rasulullah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam adalah :
1. Hadits teutamaan tauhid
2. Hadits tentang pentingnya iffah dan sabar
3. Hadits tentang kaum khawarij
4. Hadits tentang tidak boleh membahayakan orang lain


*Resume kajian Siroh Sahabat bersama DR. Muqoddam cholil MA
diresume oleh Lalu Suhandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.