Mencari Pahlawan Indonesia


Masalah terbesar bagi umat Islam saat ini adalah permasalahan aqidah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut,  harus tampil seorang pahlawan atau tokoh yang tidak hanya pintar tapi juga berani. Di Jaman jahiliyah dahulu, ketika masyarakat arab terjangkit masalah aqidah,  lahirlah seorang pahlawan dan tokoh yang bernama Muhammad bin Abdullah. Nabi Muhammad mendakwahkan aqidah yang lurus kepada bangsa arab dan umat manusia seluruhnya. Dengan hujahnya yang kuat dan keberanian yang luar biasa, beliau terus berdakwah. Dakwahnya tidak kendur walaupun harus berhadapan dengan berbagai rintangan.


Ketika Rosulullah Muhammad Sholallahu ‘Alaihi Wassalam wafat, muncul 3 permasalahan besar, yaitu : 1) pemurtadan, 2) munculnya nabi2 palsu, 3) munculnya orang-orang yang tidak mau menunaikan zakat. Dalam kondisi seperti ini tampillah Khalifah Abu Bakar Ash Shidiq. Khalifah Abu Bakar As Shidiq dikenal sebagai sahabat yang sangat lembut hatinya. Namun dalam hal yang berkaitan dengan agama, beliau merupakan orang yang sangat kuat memegang prinsip. Beliau mengambil langkah berani, bersikap tegas terhadap pemurtadan, nabi-bani palsu dan orang-orang yang tidak mau membayar zakat.


Dalam konteks Indonesia, banyak pahlawan terlahir di zaman penjajahan. Para pahlawan ini berjuang dengan penuh keberanian untuk mewujudkan kemerdekaan. Mereka berjuang dengan harta, pikiran bahkan nyawanya. Banyak pahlawan kemerdekaan ini yang terlahir dari rahim umat Islam. Islam mendorong lahir dan tumbuhnya para pahlawan


Al Quran dan Assunah mengajarkan bahwa setiap muslim dapat menjadi pahlawan, tokoh dan pejuang. Untuk menjadi seorang pahlawan, tokoh dan pejuang maka ada beberapa syarat yang harus dimiliki seorang muslim:
  1. Iman yang kokoh
  2. As-shidqu (jujur)
  3. Sihhatul Goyah (tujuan yang benar, hanya untuk Allah)
  4. As-syaja’ah (keberanian)
  5. Kecerdasan
  6. Siap ditempatkan dimana saja dalam posisi apa saja

Siapkah anda untuk menjadi pahlwan Indonesia berikutnya?

 

*Resume kajian tematik “Mencari Pahlawan Indonesia” bersama Dr. Ahzami Samiun Jazuli, Lc, MA

Diresume Oleh Hamzah Fansuri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.