Sikap Samahah

Secara bahasa samahah adalah lancar dan mudah. Sedangkan menurut istilah, pengertian samahah ada tiga.

  1. Samahah adalah menyerahkan sesuatu yang sebenarnya tidak wajib, sebagai satu bentuk anugrah (kebaikan hati)
  2. Samahah adalah sikap toleran terhadap orang lain dalam berbagai mu’amalat, dengan cara memudahkan berbagai urusan, lembut dan tidak mempergunakan cara-cara paksaan.
  3. Samahah adalah Berhati baik atas dasar kemuliaan dan kedermawanan, berlapang dada atas dasar ketakwaan dan kesucian, bersikap lembut karena senang membuat kemudahan, bermuka ceria yang tidak dibuat-buat, merendah terhadap sesama orang beriman tanpa harus menghinakan diri Jujur (polos), tidak menipu dan tanpa khianat, membuat kemudahan dalam berdakwah tanpa harus berbasa-basi.

Ayat-Ayat Al-Qur’an Yang Mendorong Untuk Memiliki Sifat Samahah

  1.  Firman Allah dalam surat Al A’raf ayat 199

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ [الأعراف: 199]

Artinya: “Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.” (Q.S. Al-A’raf: 199).

2. Firman Allah dalam surat Al Baqoroh ayat 237

وَإِن طَلَّقْتُمُوهُنَّ مِن قَبْلِ أَن تَمَسُّوهُنَّ وَقَدْ فَرَضْتُمْ لَهُنَّ فَرِيضَةً فَنِصْفُ مَا  فَرَضْتُمْ إَلاَّ أَن يَعْفُونَ أَوْ يَعْفُوَ الَّذِي بِيَدِهِ عُقْدَةُ النِّكَاحِ وَأَن تَعْفُواْ أَقْرَبُ
لِلتَّقْوَى وَلاَ تَنسَوُاْ الْفَضْلَ بَيْنَكُمْ إِنَّ اللهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ [البقرة: 237]

Artinya: “Jika kamu menceraikan isteri-isterimu sebelum kamu bercampur dengan mereka, padahal sesungguhnya kamu sudah menentukan maharnya, maka bayarlah seperdua dari mahar yang telah kamu tentukan itu, kecuali jika isteri-isterimu itu memaafkan atau dimaafkan oleh orang yang memegang ikatan nikah, dan pemaafan kamu itu lebih dekat kepada takwa. Dan janganlah kamu melupakan keutamaan di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Melihat segala apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. Al-Baqarah: 237).

3. Firman Allah dalam surat Ali Imran ayat 159

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللهِ لِنتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لاَنفَضُّواْ مِنْ حَوْلِكَ  فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الأَمْرِ [آل عمران: 159]

Artinya: “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. (Q.S. Ali Imran: 159).

4. Firman Allah dalam surat Al Baqoroh ayat 280

وَإِن كَانَ ذُو عُسْرَةٍ فَنَظِرَةٌ إِلَى مَيْسَرَةٍ وَأَن تَصَدَّقُواْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ [البقرة: 280]

Artinya: Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu,lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. (Q.S. Al-Baqarah: 280).

Bentuk samahah

1. tanazul (tidak mengambil haknya)
Imam Ahmad meriwayatkan bahwa suatu kali, Utsman bin Affan menjual tanah kepada seseorang, lalu, saat tiba saat pembayaran, orang tersebut ternyata tidak datang membayar, setelah diselidiki, ternyata memang orang tersebut menyesal dengan sangat berat, karena merasa harganya kemahalan, maka Utsman berkata kepadanya: “kamu lanjutkan akad kita, atau kamu ambil duitmu?

2. memberi tempo masa pembayaran atau memutihkan
Imam Bukhari meriwayatkan bahwa pada zaman dahulu ada seseorang yang mempunyai banyak piutang, dan dia berpesan kepada para pegawainya, jika sekiranya yang ditagih tidak mampu membayar, maka, agar diputihkan saja. Saat di akhirat, Allah SWT akan memutihkan dosa-dosanya.

3. membayar hutang dengan yang lebih baik
Imam Ibnu Majah meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Termasuk manusia terbaik adalah yang terbaik dalam membayar hutangnya”.

Wallahu A’alam

*Resume kajian akhlaq oleh Ustadz Musyafa Ahmad Rahim, Lc, MA

(Hamzah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.