Bersih Hati

Pemilik hati yang bersih (qalbun salim) niscaya sangat dekat dengan Allah, dekat dengan Al Qur’an, dekat dengan orang-orang shalih. Pancaran hatinya menerangi sekitarnya, menyirami kegersangan hati orang-orang yg kebingungan, hingga ia ‘basah’ oleh ketundukan pada Robbnya. Hati yg bersih mampu menembus hati orang lain dalam amalnya, mampu menggerakkan hati orang lain bak prajurit yang menyatu dalam taat pada Allah.

Pemilik hati yang bersih bebas dari kemusyrikan, seperti halnya Nabi Ibrahim datang pada Tuhannya dengan hati yang bersih (qolbun salim), yang tersebut dalam Al Qur’an :

وَإِنَّ مِنْ شِيعَتِهِ لإبْرَاهِيمَ (83) إِذْ جَاءَ رَبَّهُ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ (84) إِذْ قَالَ لأبِيهِ وَقَوْمِهِ مَاذَا تَعْبُدُونَ (85)

“Dan sesungguhnya Ibrahim benar-benar termasuk golongannya (Nuh) (Ingatlah) ketika ia datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci (Ingatlah) ketika ia berkata kepada bapaknya dan kaumnya, “Apakah yang kamu sembah itu?”
(QS. Ash Shaffat/37: 83-85)

Pemilik hati yang bersih (qolbun salim) adalah orang-orang mudah menangis, seperti halnya Umar bin Khattab yang seringkali menangis saat ingat dosa-dosanya masa lalu. Seseorang menangis karena Allah adalah bukti keimanan yang tidak bisa direkayasa. Menangis saat bergetar hatinya karena nama Allah disebut dan berguncang jiwanya ketika mengingat maksiat dan dosa yang ia lakukan, oleh sebab inilah tangisan keimanan, tangisan kebahagiaan dan tangisan hanifnya jiwa.

Menangis krn Allah akan membersihkan dan melembutkan hati. Takkan disentuh oleh api neraka mata yang menangis karena Allah. Rasulullah bersabda :

نان لا تمسهما النار ، عين بكت من خشية الله ، وعين باتت تحرس في سبيل الله

“Ada dua buah mata yang tidak akan tersentuh api neraka; mata yang menangis karena merasa takut kepada Allah, dan mata yang berjaga-jaga di malam hari karena menjaga pertahanan kaum muslimin dalam (jihad) di jalan Allah.” (HR. Tirmidzi)

Para nabi & orang-orang shalih juga menangis karena Allah, Allah Ta’ala berfirman,

أُولَٰئِكَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ مِنْ ذُرِّيَّةِ آدَمَ وَمِمَّنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوحٍ وَمِنْ ذُرِّيَّةِ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْرَائِيلَ وَمِمَّنْ هَدَيْنَا وَاجْتَبَيْنَا ۚ إِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ آيَاتُ الرَّحْمَٰنِ خَرُّوا سُجَّدًا وَبُكِيًّا

“Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi ni’mat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.” (QS. 19 : 58)

Pemilik hati yang bersih (qolbun salim) adalah orang-orang yg bersemayan dalam hatinya nilai-nilai luhur. Hati yang tawadhu, pernuh syukur, ikhlas, selamat dari kufur, riya, ujub dan sombong.

Kejarlah hati yang bersih (qolbun salim) agar engkau jadi pemiliknya. Bersihkan hati dari syirik yg kadang muncul tanpa sadar. Jauhi syirik karena merupakan dosa yang tidak diampuni. Tanamkan sekuatnya untuk takut dan cinta pada Allah karena kita ini adalah miliknya. Menangislah di hadapanNya, karena engkau belum tahu apakah tempatmu di surga atau di neraka kelak. Maka amatlah beruntungnya engkau wahai pemilik hati yang bersih (qolbun salim), karena engkau akan selamat dunia dan akhirat. Hatimu sungguh indah, bening tanpa noda, yang dengannya engkau berjumpa dengan Tuhanmu kelak. Amin.

Serial Risalah Hati Bagian 2, Syahrawi Munthe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.