Kajian Hadist Riyadus Sholihin ke 10

Sahabat Abu Hurairah menjelaskan bahwa Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam bersabda: “Shalatnya seseorang berjamaah itu melebihi shalatnya di pasar atau rumahnya secara sendirian dengan dua puluh sekian ( 3 sampai 9) tingkat derajat. Hal itu karena apabila seseorang berwudhu dan membaguskan wudhunya kemudian mendatangi masjid, dan tidak bermaksud kecuali untuk shalat, maka tidaklah ia melangkah satu langkah kecuali ditinggikan satu derajat dan dihapus satu kesalahan, sehingga ia memasuki masjid. Apabila ia berada di dalam masjid, maka ia mendapat pahala seperti dalam keadaan shalat, selama shalat yang menyebabkan ia bertahan di masjid. Juga para Malaikat mendoakan semoga mendapat rahmat Allah selama ia masih berada di tempat shalat. Para Malaikat berkata, ‘Ya Allah kasihanilah orang ini. Ya Allah ampunilah ia. Ya Allah terimalah taubatnya’. Hal demikian selama orang itu tidak berbuat buruk yakni berkata keduniaan, mengumpat, memukul dan lain-lain dan juga selama ia tidak hadats (batal wudhu nya)” (Muttafaq ‘Alaih)

“Maka dirikan lah shalat, sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. (QS. An-Nisa ayat 103)

“Perintahkanlah anak-anakmu mengerjakan shalat di waktu usia mereka 7 tahun, dan pukullah (kalau enggan shalat) di waktu mereka berusia 10 tahun”. (HR. Abu Daud)

Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam diundang langsung dalam peristiwa Isra dan Mi’raj untuk menerima perintah shalat dari Allah Subhanahu Wa Taala. Berbeda dengan ibadah-ibadah lain yang diberikan Allah melalui perantara Jibril ‘Alaihis Salam.

Keutamaan Shalat

  1. Shalat adalah perkara pertama dan terpenting setelah dua kalimat syahadat. Sebagaimana hadits, ‘Aku diperintahkan untuk memerangi manusia, hingga mereka bersyahadat, menegakkan shalat dan menunaikan zakat’. (HR. Bukhari Muslim)
  2. Shalat adalah ibadah yang diperintahkan kepada seluruh para Nabi tanpa terkecuali. (QS. Thaha ayat 13-14 tentang Nabi Musa as, QS. Ibrahim ayat 37 tentang Nabi Ibrahim as)
  3. Shalat adalah amalan yang paling dicintai Allah swt
  4. Shalat tidak boleh ditinggalkan dalam kondisi genting sekalipun. (QS. An-Nisa ayat 101-103)
  5. Allah memperingatkan orang yang lalai shalat. (QS. Maryam ayat 59)
  6. Shalat dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar. Sebagaimana yang Allah firmankan dalam QS. Al-Ankabut ayat 45
  7. Shalat akan menghapus dosa sebagaimana seseorang yang di depan rumahnya ada sungai dan ia mandi lima kali. (HR. Bukhari dan Muslim)
  8. Shalat dapat melenyapkan kegelisahan hidup, stress, frustasi dll. Sebagaimana Allah firmankan dalam QS. Al-Ma’arij ayat 19-21

Keutamaan Shalat Berjamaah

  1. Shalat berjama’ah memiliki pahala yang berlipat ganda dibanding shalat sendirian.
  2. Mendapat ampunan dosa. Sebagaimana riwayat Utsman bin Affan dalam Shahih Muslim.
  3. Setiap langkah akan meninggikan derajat dan menghapus dosa.
  4. Mendapat berkah doa Malaikat.
  5. Melaksanakan shalat berjamaah adalah sunnah Nabi, meninggalkannya berarti meninggalkan sunnahnya. Sebuah atsar dari Abdullah bin Mas’ud: “Barangsiapa yang ingin bergembira ketika berjumpa dengan Allah besok dalam keadaan Muslim, maka jagalah shalat ini (berjamaah)” (HR. Muslim)

Pelajaran Lain dari Hadits

  1. Bolehnya shalat di pasar, meskipun saat itu hati sedang disibukkan dengan dunia
  2. Niat yang membuat seseorang pergi keluar hingga menunggu shalat dinilai berpahala.
  3. Jika keluar rumah tidak berniat untuk shalat, tentu tidak mendapat pahala seperti itu.
  4. Shalat lebih utama dari amal lainnya karena tedapat doa Malaikat.
  5. Tugas Malaikat mendoakan kebaikan pada orang beriman selama tidak berbuat kejelekan di masjid dan selama ia terus berada dalam keadaan berwudhu.
  6. Keutamaan menunggu waktu shalat

*Resume kajian kitab Riyadussolihin Dr. Agus Setiawan, Lc, MA

(Hamzah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.