Cahaya Hati

Indah nian akhlaknya, tutur katanya lembut, ucapannya santun, murah senyum, sangat bijak dan tidak pernah menyakiti saudaranya, pintar bergaul dan ramah, hormat pada yang lebih tua dan sayang serta teladan bagi yang muda. Dia selalu menepati janji, tidak pernah berbohong, ingin selalu berlomba dalam kebaikan. Diapun cerdas, rajin baca al qur’an, rajin ibadah, dan suka menolong saudaranya yang membutuhkan.

Gambaran ini ada pada sosok yang mungkin sangat sempurna, yang setiap orang ingin menjadi demikian. Menjadi orang shalih dan bermanfaat bagi orang lain. Apakah ada orang sesempurna itu? insyaAllah ada. Sebab pada hakikatnya semua orang diciptakan untuk berlaku dan berakhlak baik. Orang seperti tersebut di atas adalah orang yang hatinya bercahaya, hingga apa yang dilakukan anggota tubuhnya adalah sinar kebaikan. Cahaya hatinya menyinari ‘kegelapan’ yang ada di sekitarnya.

Cahaya hati adalah cahaya yang keluar dari kalbu manusia yang mampu menembus dan menerangi kegelapan dunia yang tidak tertembus oleh cahaya benda-benda langit. Cahaya hati adalah cahaya yang keluar dari hati manusia, memantulkan kekuatan yang tidak dimiliki oleh benda-benda langit. Cahaya itu dapat melembutkan kerasnya hati dan pikiran manusia, sehingga dapat membentuk peradaban yang berguna bagi alam semesta. Cahaya hati adalah cahaya iman yang datang dari cahaya Ilahi dengan bermacam – macam rahasia yang tersembunyi di dalamnya.

Cahaya hati adalah pancaran hati dari orang yang tertanam di dadanya iman dan Al Qur’an. Cahaya yang menembus kegelapan dan kekufuran. Cahaya yang sumbernya dari Allah. Allah berfirman :

اللَّهُ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ مَثَلُ نُورِهِ كَمِشْكَاةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ ۖ الْمِصْبَاحُ فِي زُجَاجَةٍ ۖ الزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ يُوقَدُ مِنْ شَجَرَةٍ مُبَارَكَةٍ زَيْتُونَةٍ لَا شَرْقِيَّةٍ وَلَا غَرْبِيَّةٍ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِيءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ ۚ نُورٌ عَلَىٰ نُورٍ ۗ يَهْدِي اللَّهُ لِنُورِهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ ۗ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

“Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”
(QS. 24 :35)

نُورٌ عَلَىٰ نُور…

“Cahaya di atas cahaya…………”
Ubay ibnu Ka’b dalam tafsir Ibnu Katsiir, mengatakan terkait dengan makna ayat ini, bahwa orang mukmin bergelimang di dalam lima nur (cahaya); ucapannya adalah cahaya, amal perbuatannya adalah cahaya, tempat masuknya adalah cahaya, tempat keluarnya adalah cahaya, dan tempat kembalinya ialah ke dalam surga kelak di hari kiamat dengan diterangi oleh cahaya. Subhaanallah.

Cahaya hati adalah cahaya dari Allah, yang menyinarinya hingga ia mendapat petunjuk dariNya. Sedang orang yang luput dari cahaya Allah akan sesat di dunia. Tidak mengenali kebenaran sebab hatinya tertutup kekafiran. Sabda Nabi :

إِنَّ اللَّهَ خَلَقَ خَلْقَهُ فِي ظُلْمَةٍ، ثُمَّ أَلْقَى عَلَيْهِمْ مِنْ نُورِهِ يَوْمَئِذٍ، فَمَنْ أَصَابَ يَوْمَئِذٍ مِنْ نُورِهِ اهْتَدَى، وَمَنْ أَخْطَأَهُ ضَلَّ. فَلِذَلِكَ أَقُولُ: جفَّ الْقَلَمُ عَلَى عِلْمِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ”

“Sesungguhnya Allah Swt. menciptakan makhluk-Nya dalam ke­gelapan, kemudian melemparkan kepada mereka sebagian dari cahaya-Nya pada hari itu. Maka barang siapa yang terkena sebagian dari cahaya-Nya, tentulah ia mendapat petunjuk; dan barang siapa yang luput dari cahaya-Nya, sesatlah dia. Untuk itulah saya ucapkan, “Keringlah pena (dalam mencatat) ilmu Allah Swt.” (HR. Ahmad)

Cahaya hati adalah cahaya yang bersumber dari ilmu, dari basuhan air wudhu, dari bacaan al qur’an, dari sedekah kepada kepada fakir miskin, dan dari amal shalih.

Semoga kita semua mendapat cahaya Allah, agar hati kita bercahaya. Semoga Allah menuntun kita semua. Amin

Serial Risalah Hati Bagian 7 — Syahrawi Munthe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.