Tafsir Ayat-ayat Sujud Tilawah

Ayat berikut yang menjadi tempat sujud tilawah adalah ayat 15 dari surat As Sajdah, yakni Firman Allah Subhanaahu wa Ta’aalaa :

إِنَّمَا يُؤۡمِنُ بِ‍َٔايَٰتِنَا ٱلَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُواْ بِهَا خَرُّواْۤ سُجَّدٗاۤ وَسَبَّحُواْ بِحَمۡدِ رَبِّهِمۡ وَهُمۡ لَا يَسۡتَكۡبِرُونَ۩١٥

Sesungguhnya orang yang benar-benar percaya kepada ayat-ayat Kami adalah mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat itu mereka segera bersujud seraya bertasbih dan memuji Rabbnya, dan lagi pula mereka tidaklah sombong.

Para ulama kita telah bersepakat bahwa ayat ini adalah tempat sujud tilawah. Dalam sebuah hadits dari sahabat Ibnu Abbas Rodhiyallahu ‘anhu yang diriwayatkan oleh Imam Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabiir (no. 11262), beliauRodhiyallahu ‘anhuberkata :

جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ، إِنِّي رَأَيْتُنِي فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ فِيمَا يَرَى النَّائِمُ، كَأَنِّي أُصَلِّي عِنْدَ شَجَرَةٍ، وَكَأَنِّي قَرَأْتُ سُورَةَ السَّجْدَةِ، فَسَجَدْتُ فَرَأَيْتُ الشَّجَرَةَ كَأَنَّهَا سَجَدَتْ بسُجُودِي، وَكَأَنِّي أَسْمَعُهَا وَهِي تَقُولُ: اللهُمَّ اكْتُبْ لِي بِهَا عِنْدَكَ أَجْرًا وَضَعْ عَنِّي بِهَا وِزْرًا وَاجْعَلْهَا لِي عِنْدَكَ ذُخْرًا وَتَقَبَّلْ مِنِّي كَمَا تَقَبَّلْتَ مِنْ عَبْدِكَ دَاوُدَ، قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ: «فَقَرَأَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ السَّجْدَةَ فَسَمِعْتُهُ يَقُولُ فِي سُجُودِهِ كَمَا أَخْبَرَهُ الرَّجُلُ عَنْ قَوْلِ الشَّجَرَةِ»

Datang seorang laki-laki kepada Nabis holallahu alaihi wasalam, lalu ia berkata: “wahai Rasulullah, aku bermimpi tadi malam, sebuah mimpi, seolah-olah aku sholat di dekat sebuah pohon. Lalu aku membaca surat As Sajdah, maka aku sujud (ketika lewat ayat 15-pent.) dan ternyata aku melihat pohon sujud, seolah-olah ia sujud karena melihat aku sujud, serta aku mendengar pohon tersebut berdoa dalam sujudnya : “Ya Allah tuliskan untukku pahala yang ada disisi-Mu dan hapuskanlah dosaku, serta jadikanlah hal tersebut disisi-Mu sebagai sebuah simpanan bagiku. Terimalah dariku, sebagaimana engkau menerima dari hambamu Nabi Dawud alaihisalam”.

Lalu kata Ibnu Abbas rodhiyallahuanhu : “pada waktu Nabi sholallahu alaihi wa salam membaca surat As Sajadah, aku mendengar Beliau sholallahu alaihi wasalam berdoa dalam sujudnya dengan doa yang dikabarkan oleh laki-laki tadi, tentang doanya pohon” (dihasankan oleh Al Hafidz dalam Nata’ijul Afkaar).

Saya pernah sujud (tilawah) bersama Nabi Sholallahu ‘alaihiwa salaam di 11 tempat, tidak terdapat dalam surat-surat yang panjang, terkait sujud tilawah ini. Tempat-tempat tersebuta dalah : Surat Al A’raaf, ArRa’du, An Nahl, BaniIsroil, Maryam, Al Hajj, Al Furqoon, An Naml, As Sajdah, Shood, dan Al Hawaamiim.

 

 

Tafsir ayat 15 Surat As-Sajdah

Sesungguhnya orang yang benar-benar percaya kepada ayat-ayat Kami adalah mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat itu mereka segera bersujud seraya bertasbih dan memuji Rabbnya, dan lagi pula mereka tidaklah sombong.

Makna ayat ini :

Disini Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa ingin menjelaskan bahwa salahsatu cirri seorang mukmin sejati adalah jika diperingatkan ayat-ayat Allah, mereka bersujud seraya bertasbih dan memuji Rabbnya, mereka tidak merasa sombong untuk tidak sujud kepada Allah. Hal ini berkebalikan 180 derajat dengan apa yang ada pada orang-orang kafir, mereka jika diingatkan dengan ayat-ayat Allah, malah mengolok-olok dan dengan congkaknya menantang supaya adzab segera diturunkan kepada mereka. Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa berfirman:

وَإِذَا تُتۡلَىٰ عَلَيۡهِمۡ ءَايَٰتُنَا قَالُواْ قَدۡ سَمِعۡنَا لَوۡ نَشَآءُ لَقُلۡنَا مِثۡلَ هَٰذَآ إِنۡ هَٰذَآ إِلَّآ أَسَٰطِيرُ ٱلۡأَوَّلِينَ ٣١ وَإِذۡ قَالُواْ ٱللَّهُمَّ إِن كَانَ هَٰذَا هُوَ ٱلۡحَقَّ مِنۡ عِندِكَ فَأَمۡطِرۡ عَلَيۡنَا حِجَارَةٗ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ أَوِ ٱئۡتِنَا بِعَذَابٍ أَلِيمٖ ٣٢ وَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمۡ وَأَنتَ فِيهِمۡۚ وَمَا كَانَ ٱللَّهُ مُعَذِّبَهُمۡ وَهُمۡ يَسۡتَغۡفِرُونَ ٣٣

Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami, mereka berkata:“Sesungguhnya kami telah mendengar (ayat-ayat yang sepertiini), kalau kami menhendaki niscaya kami dapat membacakan yang sepertiini, (Al Quran) ini tidak lain hanyalah dongeng-dongengan orang-orang purbakala. Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata: “Ya Allah, jika betul (Al Quran) ini, dialah yang benar darisisi Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih. Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun (QS. Al Anfaal : 31-33).

Imam ibnul Jauzi mencoba menafsirkan ayat 15 surat As Sajdah dengan mengatakan :

إِنَّما يؤمِن بفرائضنا من الصلوات الخمس الذين إِذا ذُكِّروا بها بالأذان والإِقامة خَرُّوا سُجَّداً

Hanyalah orang-orang yang beriman dengan kewajiban sholat 5 waktu adalah mereka yang jika dikumandangkan adzan dan Iqomah mereka bersegera dalam kondisi khusyu’ dan bersujud.

Kajian Oleh: Dr. Husnul Hakim

(Resume Kajian oleh Ustadz Irfan Nawawi, S.Pd.I Al-Hafidz)