Strategi Berkompetisi Menuju Syurga

Rebutlah surga itu dengan bergegas, sebagaimana firman Alah SWT.

وسارعوا إلى مغفرة من ربكم وجنة عرضها السماوات والأرض أعدت للمتقين (ال عمران : 133)

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan tuhanmu dan kepada SURGA yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa (QS. Ali Imron : 133)

Bersegeralah artinya berkompetisi, berlomba- lombalah dalam menuju ampunan dan mendapatkan surga yang sangat luas.Orang yang bersungguh-sungguh ingin mendapatkan surganya Allah akan senantiasa melakukan amal-amal kebajikan di sepanjang hidupnya.

Suatu ketika ada seorang sahabat bertanya kepada Nabi SAW tentang siapakah orang yang paling baik? Seperti dikatakan dalam hadits yang diriwatkan oleh imam tirmidzi dan Ahmad , dari Abu Bakroh RA bahwa ada seorang lelaki bertanya “ya rosulallah, manusia seperti apa yang paling baik?” Beliau menjawab “orang yang panjang umurnya dan baik amalannya”. Lalu orang tadi bertanya lagi : “manusia seperti apa yang paling buruk?” Beliau menjawab “orang yang panjang umurnya dan buruk amalannya”. (HR. Tirmidzi dan Ahmad)

Semua orang didunia ini ingin masuk surga, bahkan dari zaman nabi Adam sampai umat akhir zaman ini semuanya ingin masuk surga, sekalipun mereka sering melakukan perbuatan dosa bahkan jarang sekali melakukan ketaatan kepada Allah SWT, tetapi mereka tetap mengatakan ingin masuk surga.

Kita lihat para kompetitor (pesaing) masuk surga dari umat terdahulu

Umat nabi nuh berumur lebih dari 950 tahun, mereka lebih banyak kesempatan untuk berbekal amal kebaikan, fisik mereka tinggi dan besar

“dan mereka memahat rumah-rumah dari gunung-gunung batu (yang didiami) dengan aman” (QS. Alhijr:82).

Sementara kita lihat umat akhir zaman ini

Pertama Umur yang pendek

“dari abu hurairah ra. Bahwa rosululloh SAW bersabda: umur umatku berkisar antara 60 tahun sampai 70 tahun, dan sedikit diantara mereka yang lebih dari itu” (HR. Tirmidzi)

Dana kedua kondisi fisik kita bisa lihat sendiri.lalu bagaimana strateginya agar kita dapat besaing dengan umat terdahulu dalam memperoleh surganya Allah SWT?

 

Setidaknya ada 4 strategi ( Amal Unggulan)

  1. Memperpanjang usia dengan Akhlaq yang mulia.
  2. Memperpanjang usia dengan amal berpahala ganda.
  3. Memperpanjang usia dengan amal berpahala mengalir.
  4. Memperpanjang usia dengan memilih waktu khusus.

Hukum berdo’a meminta panjang umur

Ada dua pendapat

  1. Mengatakan Tidak boleh, alasannya karena umur manusia sudah diputuskan.

Dari Abdullah, bahwa Ummu Habibah putri abu sufyan berdo’a: “yaa Allah, bahagiakan aku dengan suamiku (rasulullah SAW) dan ayahku (abu sofyan) dan saudaraku (muawiyah)”. Lalu rosulullah SAW bersabda : “kamu minta kepada Allah ajal yang telah diputuskan, hari yang sudah ditentukan dan rizki yang sudah dibagikan,sesuatu tidak akan dimajukan sebelum tiba waktunya dan juga tidak akan di akhirkan. Jika kamu minta dari Allah perlindungan dari siksa neraka dan siksa kubur itu jauh lebih baik”. (HR. Ahmad).

  1. Mengatakan Boleh karena do’a bisa merubah keputusan Allah.

Dari anas ra. bahwa Ummu Sulaim (ibu kandung Anas) berkata: “wahai rosululloh, pembantumu Anas berdoalah untuknya. Lalu beliau SAW berdo’a: “ya Allah, berilah ia harta dan keturunan yang banyak, panjangkanlah hidupnya dan ampunilah dosanya”. (HR. Bukhori)

 

Hukum berdoa meminta panjang umur diperbolehkan

  1. Do’a + syarat & ketentuan berlaku.

Yaa Allah panjangkanlah umurnya dalam ketaatan dan keshalehan kepadamu.

  1. Do’a + tanpa syarat.

Jika do’a tersebut diberikan kepada orang sholeh/taat.

(Kajian Dr. Ahzami Samiaun Jazuli diresume oleh Ustadz Jafar)