Mauqif Almuslimin Minal Musibah

Mauqif Almuslimin Minal Musibah

Ikhwatal iman, Dihari hari ini kita berkewajiban mempunyai adab,akhlaq dalam menyikapi musibah. Meskipun musibah sudah sering terjadi di dunia ini, tapi kita melihat sebagian manusia lupa kana dab,akhlaq ketika mereka di uji oleh Allah SWT.

Sikap seorang muslim ketika menghadapi musibah

  1. Muhasabah

Menghitung-hitung bahwasanya musibah buruk itu datang ternyata disebabkan oleh diri kita sendiri.

Allah berfirman dalam surat An-Nisa

ما أصابك من حسنة فمن الله

Kebaikan apa saja yang ada padamu itu semata-mata datang dari Allah

وما أصبك من سيئة فمن مفسك

Dan setiap keburukan yan menimpamu maka itu dari kamu

 

Contoh : ketika seseorang menginjak duri maka yang tertuduh adalah dirinya,bukan siapa yang melempar duri itu.

Ketika istri dan anak-anaknya tidak taat maka orang yang pertama tertuduh adalah dirinya, kenapa istri saya tidak taat, kenapa anak saya tidak taat, kenapa santri saya tidak taat, kenapa bawahan saya tidak taat. Jadi yang pertama tertuduh adalah dirinya.

Dengan demikian ketika kaum muslimin mendapatkan musibah maka yang terjadi tidak saling menyalahkan, jadi seluruhnya, pemimpinnya, bawahannya, rakyatnya seluruhnya bermuhasabah. Sehingga dengan demikian musibah cepat dicabut oleh Allah SWT.

 

Jadi yang bermasalah bukan musibah itu turun. Di jaman Rasulullah dan di jaman khulafaurrasyidin juga ada musibah. Tapi yang bermasalah adalah ketika musibah yang buruk itu berulang-ulang. Ini yang sering dilupakan oleh orang-orang, mereka lebih membanggakan, menyombongkan rekayasa ilmu pengetahuannya daripada kembali kepada Allah SWT.

Orang sudah lupa kepada Allah yang menciptakan air, air adalah nikmat. Tapi ketika manusia banyak berbuat maksiat maka itu bisa berubah menjadi adzab.

Air adalah air, air adalah nikmat dan rahmat dari Allah SWT. Seperti halnya Anak, anak aslinya memang nikmat dan karunia dari Allah, tetapi ketika orang tidak muhasabah anak itu bisa menjadi bencana. Zina,narkoba dan lain sebagainya.

 

  1. Adab, sikap kita dalam menghadapi musibah adalah التوبة النسوح

Allah berfirman dalam surat At-tahrim ayat 8

ياآيها الذين آمنوا توبوا الى الله توبة النسوحا

Sehingga apa yang pertama kita baca setelah sholat adalah istighfar bukan Alhamdulillah karena kita khawatir dalam shalat kita terdapat banyak kekurangan, padahal kita lagi beribadah, apalagi ketika kita mendapatkan musibah.

Di antara taubat-taubat yang harus kita tunjukan adalah sesuai syarat-syarat taubat, yaitu : At-Tarku/ Al-Ikhla’ (meninggalkan dosa-dosa yang sudah pernah kita lakukan.

Dosa dalam ekonomi dimana praktek Riba, Rentenir masih ada. Dosa dalam politik dimana masih ada kebohongan politik, Dosa didalam memilih pemimpin,pemimpin yang fasik bahkan yang Kafir juga di angkat oleh orang Islam. Menganggap bahwa kepemimpinan nasional atau daerah adalah sesuatu yang sifatnya duniawi, seolah-olah tidak ada hubungannya dengan akhirat, Dosa karena memilih manusia yang memperbanyak titik kemaksiatan,dulu memang sudah ada maksiat, tetapi kalau yang terjadi adalah tidak mengurangi maksiat bahkan yang diperbanyak adalah titik-titik kemaksiatan maka sudah barang tentu bukan barokah yang turun dari langit dan bumi, tapi sampah, air yang yang aslinya nikmat berubah menjadi bencana karena diberikan umur yang panjang bukannya disyukuri malah dikufuri dengan menjadikan kemaksiatan-kemaksiatan yang merata diseluruh negri ini, dan itu adalah janji Allah dan sekaligus ancaman Allah yang pasti.

 

Kita jarang mendengar sebagian orang sering berbicara bahwa ini adzab, bahkan mungkin dimarahin jika kita mengatakan ini adzab, mereka tidak senang dinasehati, tidak senang mendengarkan nasihat dari Qur’an dan Sunnah, padahal yang mengatakan adzab bukan manusia tetapi Allah SWT.

Bangsa manapun, agama apapun yang dia peluk ketika seseorang itu kufur pasti “inna ‘adzaabi lasyadiid” kalau ada orang mengatakan seperti ini, itu dikatakan bukan solusi, itu hanya menceramahi na’udzubillahi min dzalik.

 

  1. Memberikan Hak Setiap Muslim Terutama yang dapat musibah

Ini juga bisa dilakukan ketika mendapat musibah karena ketika kita membantu orang yang mendapat kesulitan keberkahan itu akan hadir, bisa jadi rezeki kita semua tidak sama, tapi Rasulullah SAW bersabda yang diriwayatkan oleh Abi Hurairah Ra. dalam mutafaq ‘alaihi :

“makanan 2 orang cukup untuk 3 orang, dan makanan untuk 3 orang cukup untuk 4 orang”

 

Itu artinya keberkahan kita ketika kita meringankan beban saudara-saudara kita, sehingga tidak ada alas an kita susah, kita miskin kemudian kita tidak membantu saudara kita. Itulah sebabnya kenapa orang yang tidak kaya pun diwajibkan untuk membayar zakat fitrah. Tujuannya agar setiap muslim terbiasa untuk berbagi, memberikan kepada orang lain agar senang jiwanya, tenang tentram hatinya, agar berbahagia ketika bisa memberi kepada orang lain. Didalam hadits yang lain apa saja hak saudara-saudara kita yang harus kita penuhi. Didalam hadits yang diriwayatkan oleh ibnu umar ra. Dalam mutafaq ‘alaih, Nabi SAW. Bersabda : “seorang muslim adalah saudara seorang muslim”

  1. Tidak mendholimi saudara sesame muslim
  2. Tidak boleh menyerahkan saudaranya kepada orang kafir untuk di dholimi
  3. Barang siapa yang selalu dalam kebutuhan saudaranya pasti Allah memenuhi kebutuhannya
  4. Barang siapa yang membebaskan/menjauhkan kesulitan dari saudaranya yang muslim maka Allah akan menghilangkan kesulitannya dihari kiamat
  5. Barang siapa yang menutupi aib/ keburukan saudaranya maka Allah akan menutupi keburukannya pada hari kiamat.

 

 

  1. Ad-Du’a

Ketika rasulullah dihadapkan berbagai macam musibah maka Rasulullah berdo’a, diantaranya adalah do’a qunut Nazilah.

Oleh karena itu ini yang perlu diingatkan kepada saudara kita bahwa kita harus selalu berdoa kepada Allah SWT, meskipun di jaman ini teknologi begitu canggih,sehingga manusia mengganggap semuanya bisa di atasi dengan teknologi.

 

  1. Ash-Shobru (Kesabaran)

Fiman Allah SWT.

وبشر الصابرين. الذين اذا أصابتهم مصيبة قالوا ان لله وان اليه راجعون

 

Dengan demikian, musibah di satu sisi memang berat tapi di sisi lain adalah peluang untuk mendapatkan busyro atau berita gembira dari Allah SWT.di syurga, karena amal yang pahalanya tidak ada hitungannya itu adalah Sabar. Sebagai mana firman Allah “sesungguhnya orang-orang yang sabar itu diberikan pahala oleh Allah dengan tidak bisa terhitung”.

Kenapa tidak bisa terhitung, karena seluruh amal perbuatan itu membutuhkan kesabaran.

 

Bagaimana kalu kita sudah lakukan semua itu musibah datang kembali, dalam hadis dikatakan “ketika ada musibah itu turun maka nanti di hari kiamat seseorang itu dibangkitkan waktu dia kena musibah”. Kalau orang yang sholeh meninggalnya dalam keadaan yang baik maka dia dibangkitkan dalam keadaan yang baik, tetapi ketika orang mati dalam kedaan maksiat maka ia akan dibangkitkan dalam keadaan sejahat itu.

Semoga ujian yang menimpa kita bukanlah merupakan adzab tapi dalam rangka meningkatkan keimanan kita kpd Allah SWT. Dan bagi saudara-saudara kita yang lupa semoga Allah mengingatkan mereka agar punya adab/akhlak ketika menghadapi musibah yang menimpanya, dengan demikian semoga musibah yang melanda negri ini dan Negara-negara islam segera dicabut oleh Allah ‘azza wajalla aamiin.

(Disarikan oleh Ustadz Jafar Sidiq dari Kajian Dzuhur Ustadz Dr.Ahzami Sami’un Jazuli, MA)

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.