Hijrah dan Sunnatullah dalam Perubahan

Hijrah dan Sunnatullah dalam Perubahan

Di antara ketentuan/sunnatullah yang pasti berlaku di dunia ini adalah perubahan . manusia manapun tidak bisa menolak adanya perubahan, karena perubahan itu adalah sebuah keniscayaan, dimana-mana pasti akan mengalaminya. Tetapi permasalahannya benarkah manusia mengetahui cara berubah yang lebih baik? Karena ada sebagian kelompok masyarakat yang punya semangat (yang penting berubah). Berubah penguasanya, berubah kondisinya, padahal dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah yang namanya perubahan itu bukan Cuma berubah, tapi kita semuanya dituntut untuk berubah menuju yang lebih baik.

Sekarang apa saja pegangan yang harus kita miliki agar kita dapat berubah menuju yang lebih baik?

  1. Adanya Al-Hijrah Al-Maknawiyah (Hijrah yang Pantas)

Artinya mental kita harus berubah, kalau dikaitkan dengan hijrah adalah perubahan dari metal yang dimana kita selalu tertindas menuju kepada Al-Hurriyah (kemerdekaan yang hakiki). Itulah yang menjadi sebab kenapa Rasulullah SAW dan para Sahabatnya siap meninggalkan sesuatu yang sangat mahal dalam hidup ini yaitu keluarga, kepentingan yang ada semuanya ditinggalkan karena Nabi dan sahabatnya tidak diperbolehkan oleh Allah SWT untuk senantiasa dalam kondisi tertindas.

Ibnu Khaldun seorang pakar sejarah mengatakan kenapa yahudi itu senantiasa dalam kehinaan, kenapa bani isroil kelihatannya mereka banyak menguasai dunia tapi sebenarnya mereka itu sangat merana. Karena sampai sekarang mereka tidak punya pegangan. Mereka menjajah palestina sampai sekarang itu karena mereka tidak pernah tenang, yaitu sebabnya adalah karena bani isroil itu dalam sejarahnya ketika melakukan perja;anan dengan Nabi Musa AS mereka lebih rela dijajah dari pada berjuang dalam menghadapi raja yang bathil. Makanya bangsa Indonesia dan kaum muslimin yang lain yang ada di dunia tidak boleh punya mental menjadi orang yang hina, mental menjadi orang yang dijajah.

Dalam hal ini rosul dan sahabatnya ditindas oleh kafir quraisy, makanya dalam ayat 97 dari surat Annisa sebagian kaum muslimin yang masih ada di mekah tidak mau hijrah ke madinah, akhirnya mereka ditindas oleh kaum quraisy untuk ikut perang dalam perang Badar melawan kaum muslimin yang ada di madinah. Dan ketika mereka tewas disaat perang membela orang kafir bani Quraisy mereka difonis oleh Allah sbb

Yang pertama adalah mereka disebut oleh Allah mendzalimi diri sendiri atau menganiaya diri sendiri .

Yang kedua alas an lemah atau tertindas ditolak oleh Allah karena bumi ini luas.

Dan yang ketiga difonis oleh Alllah akan masuk neraka jahannam padahal beragama islam.

 

Ini seperti yang diriwayatkan oleh ibnu Abbas ra. Ketika menyabut sababunnuzul sebab turunnya ayat 97 dari surat Annisa Allah berfirman:

إن الذين توفهم الملئكة ظالمي أنفسهم قالوا فيم كنتم, قالوا كنا مستضعفيم في الآرض, قالوا ألم تكن أرض الله واسعة فتهاجروا فيها, فأولئك مأوىهم جهنم وسائت مصيرا.

Sesungguhnya orang yang diwafatkan oleh malaikat mereka dalam keadaan mendzalimi diri mereka sendiri, malaikat bertanya kepada mereka kenapa kamu dulu berbuat seperti itu? Mereka menjawab kami dulunya di dunia itu adala orang-orang yang tertindas, para malaikat berkata bukankah bumi Allah itu luas sehingga kamu bisa berhijrah kebumi Allah yang lain, maka mereka tempat kembalinya adalah neraka jahannam itulah seburuk-buruknya tempat kembali. (QS An-Nisa:97).

 

Jadi dari ayat ini ternyata keimanan dan keislaman diterima oleh Allah itu bukan sekedar pengakuan, tetapi juga keberpihakan terhadap islam, keberpihakan kepada orang-orang beriman. Tidak sedikit sekarang orang yang mengaku beragama islam tetapi keberpihakannya kepada orang kafir dan pembinaannya pembinaan kepada orang-orang kafir bukan kepada Allah da Rasulnya. Jadi kalau orang muslim yang dipaksa oleh orang kafir saja disebut mendzalimi diri sendiri, bagaimana jika ada kaum muslimin tidak dipaksa malah dengan kemauannya sendiri bersekongkol dengan orang-orang kafir untuk memusuhi islam dan kaum muslimin?

Jadi mental separti ini tidak boleh dibiarkan begitu saja, kita harus bangkit menjadi orang yang berdedikasi didalam menuju kebebasan untuk memperjuangkan Agamanya, tanah airnya dan kemerdekaanya.

  1. At-Takhtit

Perubahan yang ada dalam diri kita, keluarga kita, kantor kita, Negara kita.

At-Takhtit yaitu plening perencanaan. Husnu takhtit (planning yang baik) atau planning yang tepat dari pelajaran hijrah kita.

Rasulullah SAW merencanakan perjalanan hijrah dari mekkah ke madinah ini bukan asal-asalan.

Pertama adalah pembagian tugas sehingga perencanaan itu betul-betul sukses dan bisa diteladani oleh umat yang selanjutnya. Hijrah Nabi SAW tidak menggunakan buroq sebagaimana perjalanan isra dan mi’raj, padahal itu Nabi, dalam kondisi yang begitu mencekam, Nabi mau dibunuh malam itu juga seperti diabadikan dalam surat Al-Anfal ayat 30:

وإذ يمكربك الذين كفروا ليثبتوك أو يقتلوك أو يخرجوك, ويمكرون ويمكر الله والله خير المكرين.

 

“dan ingatlah wahai Muhammad ketika orang-orang kafir berbuat makar (tipuan) kepadamu untuk memenjarakan kamu atau membunuhmu atau mengusirmu”

 

Dalam kondisi seperti itu apakah Rasulullah perlu burok atau tidak? Beliau sangat butuh. Tapi kenapa Nabi tidak berdo’a yaa Allah turunkanlah buroq untuk kami? Kenapa?sementara dalam peristiwa isro dan mi’raj rasulullah menggunakannya dan tidak dalam kondisi dikejar-kejar musuh dan tidak akan dibunuh musuh.

Kenapa demikian? Apa rahasianya? Kenapa dalam isra mi’raj Nabi diberikan buroq dan ketika hijrah Nabi tidak diberikan buroq? Karena perjalanan isra dan mi’raj itu adalh perjalanan sebuah kemukjizatan jadi kita umatnya tidak disuruh untuk isra dan mi’raj karena itu mukjizat dan mukjizat hanya diberikan pada Nabi dan Rasul.

Sementara perjalanan hijrah adalah rihlatuddakwah (perjalanan dakwah), mencari lahan yang baru, lahan yang subur yang bisa ditanami pohon dakwah dan pohon akidah. Selama 13 tahun bumi yang namanya mekkah itu tandus buat dakwah, hanya sekitar 100 orang saja yang beriman. Perjalanan dakwah adalah sebuah kewajiban bagi setiap muslim. Oleh karena itu semua perencanaan harus betul-betul insaniyah (manusiawi) yang bisa diikuti oleh manusia, sehingga jika kita hijrah kita tidak menuntut Allah untuk menurunkan buroq sebagaimana Allah telah menurunkan buroq kpd Nabinya…maka tidak begitu.

Bagaimana bentuk perencanaan itu? Kita lihat Ali ra diberikan tugas oleh Nabi SAW untuk tidur ditempat tidurnya Rasulullah Saw. Untuk apa? Yaitu untuk mengembalikan amanah, mengembalikan titipan-titipan orang-orang quraisy. Subhanallah disaat Nabi nyawanya terancam mau dibunuh dan di usir oleh kaumnya masih saja Nabi berfikir, bersungguh-sungguh untuk mengembalikan titipan-titipan orang-orang yang telah mengusir beliau dari kampong halamannya sendiri. Begitulah Nabi berdakwah tidak menghalalkan segala cara dengan tidak mengambil titipn2 orang2 quraisy tersebut. Padahal mereka dzalim sudah mengusir Nabi malah mau membunuhnya.

Yang kedua Ali ra seorang pemuda yang mau menggantikan Nabi SAW di tempat tidurnya sedangkan rumah NAbi sudah dikelilingi musuh, berarti Ali ra siap mati demi suksesnya dakwah ini. Dia tidak memikirkan dirinya tetapi memikirkan kelangsungan dakwah dan kelangsungan perjuangan islam, dia lebih siap tewas daripada orang yang dicintainya Rasulullah SAW, ini persis seperti abu bakar siddik ra ketika Abu Bakar dan Nabi berada di gua ketika dikejar-kejar kaum quraisy, Abu Bakar sedih dan takut bukan atas dasar keselamatn dirinya, tetapi Abu Bakar hawatir atas keselamatan Nabi SAW.

Firman Allah dalam surat At-Taubah ayat 40 dimana para ulama Ahli Sunnah Waljamaah semua sepakat tentang keutamaan Abu Bakar As-Siddik ra di atas seluruh umat Muhammad SAW. Orang yang paling utama karena beliau menjadi pilihan NAbi untuk menemani beliau dalam perjalanan Hijrah.

Firman Allah yang artinya

“jika kamu tidak menolongnya (Muhammad). Sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir mengusirnya (dari mekkah); sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, ketika itu dia berkata pada sahabatnya, “janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.” Maka Allah menurunkan ketenangan kepadanya (Muhammad)dan membantu dengan bala tentara (malaikat-malaikat) yang tidak terlihat olehmu, dan dia menjadikan seruan orang-orang kafir itu rendah, dan firman Allah itulah yang tinggi. Allah maha perkasa, maha bijaksana”.

 

Yang selanjutnya takhtit (perencanaan) itu adalah Nabi merencanakan bahwa Abu Bakarlah yang dipilih untuk menemani beliau. Bahkan bukan abu bakar saja, tapi Abu Bakar dan keluarganya, dalam hal ini melibatkan Asma binti Abu Bakar yang membawa selendang untuk membawa makanan dan minuman bagi Nabi dan orang tuanya (Abu Bakar). Subhanallah seorang perempuan siap menangguang resiko yang begitu besar bagi dakwah. Jadi perencanaan yang kita fahami dari dakwah ini adalah ternyata untuk membangun dakwah, untuk membangun perbaikan diperlukan pengkondisian keluarga-keluarga, tidak cukup sendiri, Nabi SAW tidak cukup hanya mengandalkan Abu Bakar siddik, tapi juga keluarganya. Mari jadikan renungan untuk merubah bangsa kita menjadi lebih baik tidak cukup kita merubah mentalitas karyawannya, karyawatinya, penjaganya tapi juga istri-istri dan para suaminya, anak-anaknya. Karena tidak sedikit manusia yang awalnya baik tapi karena orang-orang dekatnya tidak saling menjadikan orang yang baik, maka lama-lama terkena penetrasi moral karena orang-orang terdekatnya adalah orang-orang yang tidak baik.

Perubahan menuju yang lebih baik, dirumah tangga kita, tetangga kita Negara kita dibutuhkan perencanaan yang matang diantaranya perencanaan mengondisikan keluarga kita sebagai bagian dari prajurit-prajurit dakwah walaupun seorang perempuan.

Perencanaan yang selanjutnya adalah Nabi SAW menunjuk pemuda yang cerdas, yang mengetahui jalan dari mekah ke madinah, jalan khusus/rahasia yang tidak diketahui oleh kafir quraisy. Dia adalah Abdullah bin Uraitid dan yang menarik Abdullah ini pada waktu itu masih kafir, tapi tenaganya, potensinya sudah bisa digunakan oleh Nabi untuk memperjuangkan Islam. Ini artinya ketika Nabi menunjuk Abdullah bin Uraitid dan dia masih kafir logikanya Nabi mengenal Abdullah bin Uraitid sudah lama. Itu artinya dalam kehidupan sosial bermasyarakat dan dalam pergaulan, itu Tasulullah SAW orangnya gaul, pandai berkomunikasi. Jangan seperti sekarang, sebagian orang mengaku beragama Islam justru dimanfaatkan oleh kafir untuk merusak Islam dari dalam.

Selanjutnya membangun masjid dan memakmurkannya. Tidak ada di dunia ini umat islam yang akan berubah menuju yang lebih baik sementara masjidnya kosong. Makanya kebijakan pertama Rasulullah SAW ketika sampai di madinah itu membangun masjid. Masjid itu rumah Allah sehingga perbaikan rumah tangga kita dan bangsa kita dimulai dari masjid.

Allah berfirman dalam surat An-Nuur masjid dikaitkan dengan kepemimpinan didunia ini.

Dalam surat annur ayat 36-37 yang Artinya

“(cahaya itu) dari rumah-rumah yang disana telah diperintahkan Allah untuk memuliakan dan menyebut nama-Nya, disana bertasbih (mensucikan) nama-Nya pada waktu pagi dan petang. Orang yang tidak dilalaikan oleh perdagangan dan jual beli dari mengingat Allah, melaksanakan shalat dan menunaikan zakat. Mereka takutkepada hari ketika hari dan penglihatan menjadi guncang (hari kiamat)”.

 

Terbukti dalam sejarah pemimpin-pemimpin Islam adalah para pemimipin yang muncul dari sebuah perguruan tinggi yang mernama Masjid. Rasulullah SAW adalah imam masjid, Abu Bakar adalah imam masjid, Umar, Utsman, Ali ra, Umar bin Abdul Aziz semuanya juga begitu mereka adalah imam masjid juga kepala Negara. Jadi ketemu antara Negara dan Masjid sehingga suasana Negara itu Aman sebagaimana amannya Masjid, sujuk seperti sejuknya Masjid, jujur seperti jujurnya Masjid. Inilah awal sebuah perubahan yang baik lahir dari Masjid.

Ulama mengatakan “kerapihan Islam dan umatnya itu dimulai dari Masjid, yakin di daerah manapun, di Negara manapun, di belahan bumi manapun yang Masjidnya dipenuhi shalat jamaah yakin akan lebih baik dari yang lainnya.

 

(Disarikan oleh Ustadz Jafar Sidiq dari Hasil Kajian Ustdaz Dr. Ahzami Samiun Jazuli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.