Nuzulul Quran

1.        Prolog

Nuzulul Quran secara singkat diartikan sebagai malam turunnya Al Qur’an, yaitu sesuai dengan makna dari kata Nuzul dan Quran. Nuzulul Qur’an adalah istilah yang merujuk kepada peristiwa penting penurunan wahyu Allah pertama kepada nabi dan rasul terakhir agama Islam yakni Nabi Muhammad SAW.

Al-Qur’an diturunkan dalam dua tahap, yaitu:

  • Tahap I, Al-Qur’an diturunkan dari Lauhil Mahfudz ke Langit Dunia secara utuh.
  • Tahap II, Al-Qur’an diturunkan dari Langit Dunia ke Rosulullah secara berangsur-angsur melalui Malaikat Jibril sesuai perintah Allah. Pertama kali diturunkan adalah ketika Rosulullah berada di gua Hiro pada tanggal 17 ramadhan (Al-Bara’ bin Azib), Jibril menyampaikan QS. Al-Alaq 1-5, atau yang lebih kita kenal dengan sebutan Iqro.

Terdapat perbedaan ulama mengenai kapan pertama kali turunnya Al-Qur’an kepada rosul. sebagian menyakini peristiwa tersebut terjadi pada bulan RabiulAwal pada tanggal 8 atau 18 (tanggal 18 berdasarkan riwayat IbnuUmar), sebagian lainnya pada bulan Rajab pada tanggal 17 atau 27 menurut riwayat Abu Hurairah, dan lainnya adalah pada bulan Ramadhan pada tanggal 17 (Al-Bara’ bin Azib) ,21 (Syekh Al-Mubarakfuriy) dan 24 (Aisyah, Jabir dan Watsilah bin Asqo’ )

Struktur Al-Qur’an sendiri terdiri dari 30 Juz, 114 Surat, dan 6.236 ayat.

 

2.        Nuzulul Qur’an dan Lailatul Qadar

Nuzulul Qur’an adalah waktu turunnya Al-Qur’an yang bertepatan dengan malam yang disebut Lailatul Qadar. Allah SWT menurunkan Al-Qur’an pada Lailatul Qadar. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat Al-Qadr ayat 1-5.

Dari segi etimology, Lailatul Qadar dapat di artikan sebagai:

  • Laitul Qadar dapat diartikan sebagai malam ketetapan, yaitu malam dimana diturunkannya ketentuan-ketentuan Allah SWT. Lailat Qadar dipahami sebagai malam penetapan Allah bagi perjalanan hidup manusia. Penggunaan Qadar sebagai ketetapan dapat dijumpai pada QS. Ad Dukhan ayat 3-5
  • Selain itu, Lailatul Qadar juga diartikan sebagai malam yang sempit, dimana bumi dipenuhi oleh malaikat-malaikat yang senantiasa beribadah kepada Allah SWT.
  • Di dalam Al-Qur’an, digambarkan Lailatul Qadar sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan sehingga merupakan malam yang mulia. Selain itu pada Lailatul Qadar pulalah Al-Quran diturunkan.

Malam Lailatul Qadar terjadi setiap tahun pada bulan ramadhan, namun tidak disebutkan secara pasti tanggal turunnya. Beberapa pendapat kapan turunnya Lailatul Qadar:

a. pada 10 malam terakhir bulan Ramadan

diriwayakan oleh Aisyah radhiallau ‘anha bahwa Rosulullah shalalallahu ‘alaihi wassalam bersabda : “Carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan” (Hadits Riwayat Bukhari 4/225 dan Muslim 1169)

Beliau shallahu’alaihi wa sallam juga bersabda:

“Berusahalah untuk mencarinya pada sepuluh hari terakhir, apabila kalian lemah atau kurang fit, maka jangan sampai engkau lengah pada tujuh hari terakhir” (Riwayat Bukhori dan Muslim)

b. pada malam-malam ganjil, seperti pada Hadist sebelumnya (21, 23, 25, 27 atau 29

c. pada malam ke 21 ramadhan

lailatul qadar yang difirmankan Allah SWT dalam surat Al-Qadar adalah juga malam nuzulul qur’an atau turunnya wahyu yang pertama, yakni surat Al-Alaq di gua hira. Setelah diteliti oleh Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfury, didapatkan kesimpulan bahwa malam itu adalah tanggal 21 Ramadhan. Sebab wahyu pertama “Iqra” itu turun pada hari senin. Sedangkan hari Senin pada Ramadhan itu jatuh pada tanggal 7, 14, 21 dan 28. Dari keempat tanggal itu, yang memenuhi syarat malam ganjil pada sepuluh hari terakhir adalah tanggal 21 Ramadhan tahun pertama kenabian, atau tepatnya 10 Agustus 610 M. Jadi, lailatul qadar pernah terjadi pada tanggal 21 Ramadhan. Jika setiap tahun, tanggal lailatul qadar itu tetap, fa insya Allah, lailatul Qadar jatuh pada malam 21 Ramadhan.

d. pada malam ke 27 ramadhan

Rosulullah shalalallahu ‘alaihi wassalam bersabda : “Barangsiapa ingin mencarinya (lailatul qadar), hendaklah ia mencarinya pada malam kedua puluh tujuh”. (HR. Ahmad, dishahihkan Al-Albani)

e. menurut Iman Syafi’i, Lailatul Qadar dapat terjadi dimana saja bahkan di awal bulan ramadhan.

 

3.        Menggapai Lailatul Qodar

Pada Lailatul Qadar, dimana dahulu pada saat itu Al-Qur’an diturunkan merupakan malam yang paling mulia. Seperti telah disebutkan sebelumnya, bahwa Lailatul Qadar merupakan malam yang lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu, segala doa dapat dikabulkan oleh Allah SWT, segala Dosa dapat diampuni oleh Allah SWT.

Seorang muslim tentulah sangat mengharapkan dapat menjumpai malam yang istimewa ini walaupun sekali dalam hidupnya. Apabila kita mengindahkan beberapa pendapat tentang kapan turunnya Lailatul Qadar di atas maka hendaklah kita selalu bersemangat dalam mencarinya di SEPANJANG BULAN RAMADHAN, baik itu di awal, akhir, ataupun malam ganjil.

Oleh : Dicky Zahkria Iman, Direktorat Transformasi Perbendaharaan, DJPB

Nb : Tulisan ini merupakan resume kajian nuzulul quran yang disampaikan oleh Ustadz M Haryono pada 22 Agustus 2011 di Masjid Al Amanah Kementerian Keuangan