Islam di Eropa Laris Manis

Perkembangan Islam di Eropa mendapat perhatian khusus Dr. Muhammad Tohir, SPKJ, Wakil Ketua PWNU Jawa Timur. Setidaknya, itu yang ia rasakan setelah beberapa waktu lalu berkunjung ke beberapa negara di Eropa.

“Islam di Eropa tidak seperti yang kita bayangkan. Di sana, Islam berkembang cukup menggembirakan,” kata Tohir yang juga Wakil MUI Jatim ini kepada hidayatullah.com Ahad (12/6) di ITS, Surabaya.

Seperti yang ada di Belanda. Negara yang pernah menjajah Indonesia itu, kata Tohir, jumlah umat Islamnya justru lebih besar dibanding Kristen.

“Saya pernah lihat angka statistik jumlah umat beragama di Belanda. Islam 13 persen, Kristen 11 persen selebihnya saya kurang tahu, mungkin ateis,” paparnya.

Dari angka itu, kata Tohir, Islam sebenarnya mayoritas, bahkan di atas jumlah umat Kristen. Angka itu menurutnya, indikasi bahwa Islam mulai diterima dan berkembang di Belanda. Apalagi, sisanya 76 persen, dugaan kuat mereka yang ingin masuk Islam, tapi masih terkendala budaya setempat. “Jika karena budaya memang agak sulit. Makanya, perlu strategi dakwah tersendiri,” ujarnya.

Lebih lanjut, kata Tohir, masjid di Belanda selalu ramai di saat shalat wajib. Itu ia pernah buktikan ketika ketika mengunjungi dua masjid dalam perjalanan dari Denhaag ke Leiden. “Ketika saya shalat di masjid di Denhaag, saya jumpai masjid penuh jamaah. Begitu juga ketika di Leiden, jamaah juga penuh, bahkan mengadakan taklim bersama,” katanya. Belum lagi bila hal itu ditambah perkembangan Islam di Rusia yang kain hari makin menggembirakan.

Fenomena itu, kata Tohir, berbanding terbalik dengan animo beragama umat Kristen. Umat Kristen mengalami degradasi dalam beragama. Hal itu bisa dibuktikan dengan sepinya tempat ibadah Kristen. ‘Karena sepi, banyak gereja yang dijual dan dijadikan masjid.

Fenomena itu tidak saja terjadi di Belanda, tapi juga di negera lainnya, seperti Jerman, Prancis dan lainnya. “Saya pernah ke negara tersebut dan apa yang terjadi di Belanda tak jauh beda di sana,” tutur penulis produktif buku-buku tentang kesehatan ini.

Menurutnya, kejadian itu kini menjadi perhatian serius negara-negara di Eropa. Mereka takut jika Islam mendominasi. Karena itu, kata Tohir, Eropa ingin mengakampayekan Islamophobia dengan berbagai cara.*

sumber : www.hidayatullah.com