Menembus Subconcius

Oleh : Sarimin*

Apa itu Subsconcius? Ia adalah pikiran bawah sadar manusia yang banyak mempengaruhi kepribadian dan memori jangka panjang manusia. Mengapa? Sebab pikiran bawah sadar menguasai 88% diri kita. Berarti pikiran bawah sadar kita sangat penting sekali, dong? Jawabannya, iya. Tapi, ada semacam barier (penghalang) untuk bisa masuk dalam pikiran bawah sadar kita yang disebut dengan Critical Factor. Critical Factor inilah yang harus ditembus untuk bisa menanamkan nilai dan mempengaruhi kepribadian manusia, dalam hal ini adalah anak-anak. Mengapa anak-anak? Sebab mereka perlu diberi bekal yang cukup untuk menjalani kehidupannya kelak.

Hal diatas adalah salah satu bagian yang dibahas dalam acara Seminar Parenting yang diadakan oleh Seksi Keputrian Masjid Baitul Maal STAN dengan tema “Membangun Komunikasi Efektif Orang tua – Anak”. Tema seminar yang biasanya didominasi para Bunda, kali ini banyak juga dihadiri para Ayah. Sepertinya para pasangan muda yang kebanyakan hadir memahami bahwa komunikasi dalam pendidikan anak-anak tidak melulu urusan para Bunda. Bahkan peran seorang Ayah sekalipun tidak bisa digantikan oleh orang lain.

Dengan menghadirkan Psikolog Bunda Wulansari dan Kak Idzma (Hypnotherapist), komunikasi efektif Orang tua – Anak dibahas dengan mindset yang berbeda dari kebanyakan orang tua yang menganggap anak adalah penerima perintah tanpa boleh membantah. Komunikasi efektif terjadi bila orang tua mengenal dirinya sendiri dan anaknya. Setiap anak adalah unik sehingga tidak bisa disamaratakan. Namun, sebagai orang tua, kita tidak boleh membeda-bedakan perlakuan kepada anak-anak kita agar tidak timbul perasaan pilih kasih.

Salah satu metode komunikasi efektif adalah dengan Hypnosis. Selama ini, Hypnosis selalu identik dengan tidur. Padahal Hypnosis juga bisa dilakukan dalam keadaan sadar. Yang harus dilakukan adalah menembus Critical Factor (Rectangular Activating System) yang menjadi sistem untuk memilah informasi yang masuk ke dalam bawah sadar. Jika sugesti atau informasi tersebut sesuai (harmonis) dengan nilai-nilai dan keyakinan (value& belief) yang dimiliki maka informasi itu akan masuk ke pikiran bawah sadar, jika tidak sesuai maka informasi tersebut akan ditolak masuk.

Sebuah informasi, keyakinan, nilai-nilai atau sugesti akan masuk dan tertanam kuat di dalam pikiran bawah sadar jika:

  1. Diberikan oleh orang yang mempunyai pengaruh kuat, seperti: Orang tua, Guru dan Ustadz
  2. Diulang-ulang
  3. Dikuatkan oleh sumber lain, misal: orang tua dan guru mengatakan hal yang sama
  4. Mempunyai ikatan emosi yang tinggi, misal: ketika dalam keadaan takut, senang.

Dalam komunikasi antara Orang tua dan anak, hendaklah menggunakan 5 bahasa Cinta berupa: waktu yang berkualitas, pujian, hadiah yang pantas, melayani dan sentuhan. Pemateri juga memberikan tips-tips untuk berkomunikasi dengan baik terhadap anak yaitu:

  1. Eye level, samakan tinggi mata kita dengan anak, bisa dengan menunduk atau menggendong
  2. Tatapan mata, berikan tatapan mata teduh saat berbicara dengan anak
  3. Jadilah pendengar yang baik, dengan tidak memotong cerita atau keluhannya
  4. Gunakan kalimat positif, karena pikiran bawah sadar tidak bisa membaca kata jangan.
  5. Gunakan intonasi yang tepat.
  6. Gunakan bahasa tubuh yang tepat

Hal terakhir, mendidik anak bukanlah upaya Trial & Error melainkan upaya memberikan yang terbaik bagi anak kita. Sehingga, evaluasi atas proses yang telah dilakukan mutlak diperlukan. Oleh karena itu, mendidik anak tak ubahnya dengan memperbaiki diri orang tuanya terlebih dahulu. Sebab anak adalah peniru yang sanagt profesional. So, be good parents you will get good kids. (@rie)

*penulis adalah pegawai Direktorat PKN, Kantor Pusat DJPBN

6 Comments

  1. Wah, artikelnya… inspiring…!
    Terima kasih ya Pak Sarimin dan kawan2 pengelola web ini, sudah berbagi ilmu di sini…

    Kemudian yang menjadi pertanyaan saya adalah untuk menembus Critical Factor (Rectangular Activating System) itu bagaimana caranya? atau kapan? ketika anak bermainkah? atau seperti apa contoh konkretnya?

    Terima kasih,
    Mamaray

    1. Terima kasih atas tanggapannya,
      Critical factor dapat ditembus saat anak merasa nyaman atau dalam keadaan emosi tinggi seperti tertera di atas. Saat bermain atau sebelum tidur atau setelah tidur hanyalah sarana untuk menciptakan suasana nyaman atau emosi tinggi.
      Nilai/value/sugesti yang masuk dalam Critical Factor perlu diperkuat dengan cara diulang-ulang oleh orang yang dianggap tokoh (Orang tua) agar tidak terganti oleh nilai lain yang berlawanan.
      Semoga bermanfaat!

      1. eh maaf tambahan. Informasi yang kudapat saat ikut seminar hypnoparenting, suatu nilai ditanamkan pada anak ketika gelombang otak pada kondisi gelombang beta (kalau nggak salah). Misal saat anak fokus nonton TV, saat anak tidur (tapi dalam kondisi tertentu), saat makan, saat anak senang.
        Nilai yang ditanamkan dipertahankan/diperkuat dengan cara diulang seperti kata mas Arie, atau dengan pujian.
        Trims mas Arie atas sharing nya.

  2. Bagaimana jika sesama saudara (kakak kepada adik)yang dapat menembus Critical Factor (Rectangular Activating System), Peran ortu ringan….harusnya, Tapi si Kakak jadi lbh dewasa dari usianya bagaimana dong?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.