Ujub

Pengertian‘Ujub

Secara etimologi, kata ‘ujub mempunyai arti  sebagai berikut.

Pertama, Kegembiraan atau kebahagiaan. Makna ini seperti yang terdapat dalam ungkapan “a’jabahul amru” artinya adalah sarrhu (hal yang menggembirakannya atau membahagiakannya).

Kedua, Pengagungan atau membesarkan. Makni ini ada dalam ungkapan “a’jabahul amru” artinya adalah adhuma indhahu atau kabura ladaihi (Sesuatu itu agung atau  besar disisinya).

 

Adapun makna ujub dalam pendekatan terminologi adalah sebagai berikut. Ujub adalah rasa bahagia dan gembira terhadap apa yang terjadi pada dirinya serta sesuatu yang muncul darinya, baik berupa perkataan atau pun perbuatan. Hal ini dilakukan tanpa melakukan tindakan dzalim terhadap orang lain, baik dalam perkataan atau perbuatan, dalam keadaan baik atau buruk, terpuji  atau tercela”.

Satu hal yang perlu diperhatikan dalam masalah ujub ini adalah sikap gembira yang berlebihan. Sikap ini akan berujung pada sikap merasa paling hebat sendiri, sehingga dia akan melahirkan penyakit baru yang bernama sombong. Sebab, orang yang merasa dirinya hebat biasanya punya kecenderungan meremehkan orang lain. Oleh karena itu, Rasululullah saw. memerintahkan kepada siapa saja yang memiliki penyakit ini agar melakukan uzlah. Sebab, penyakit ini akan mengubur sikap tolong menolong, bantu membantu, dan pola hidup berjaamaah atau kolektif.

 

Sebab-sebab Ujub

Setiap penyakit hati mucul pada diri seseorang, pastilah ada hal-hal yang menghantarkannya menuju penyakit itu. Adapun faktor-faktor yang menjadikan seseorang  ujub adalah sebagai berikut.

1. Lingkungan keluarga dan nasab (keturunan)

Lingkungan keluarga dan nasab dapat membuat seseorang merasa ujub, sehingga terkadang kita temukan betapa seseorang begitu bangga dengan keturunannya, bersikap seakan jalur keturunannya itulah yang menyelamatkannya dalam kehidupan..

2. Sanjungan atau pujian yang berlebihan dari orang lain.

3. Berinteraksi dengan orang-orang yang mempunyai sifat ujub.

4. Terpesona dan tergiur dengan kenikmatan, tetapi melalaikan yang memberi nikmat.

5. Lalai dan tidak tahu akan hakekat jiwa.

6. Berlebihan dalam memberikan penghormatan.

7. Lalai terhadap dampak yang dimunculkan oleh sifat ujub.

 

Dampak Negatif  Sifat Ujub

Sifat ujub merupakan sifat yng sangat tercela, karena dampak  yang diakibatkan oleh sifat ini. Bahkan, dampak dari sifat ni tidak hanya terjadi dalam tataran individu saja, melainkan juga akan sangat mempengaruhi amal-amal islami. Berikut ini rincian dari kedua dampak tersebut.

Pertama, Dampak negatif secara individu (pada pelakunya).

1.      Jatuh pada sifat sombong dan terperdaya.

2.      Terproteksi dari taufiq Allah SWT.

3.      Munculnya kebencian terhadap orang lain.

4.      Mendapat adzab dari Allah SWT

5.      Ringkih dan rapuh saat menghadapi ujian.

 

Kedua, Dampak negatif terhadap amal-amal  islami.

Secara minimal, ada dua pengaruh negatif dari penyakit hati ini.

Pertama, Mengurangi produktifitas amal. Hal ini dikarenakan kecenderungan orang bekerja secara individu.

Kedua, Rapuhnya solidaritas dalam bangunan amal jama’i.

 

Terapi Sifat Ujub

Para ulama ilmu jiwa telah memberikan tips kepada kita bagaimana kita melakukan pengobatan penyakit ini. Diantara tips yang diberikan itu adalah sebagai berikut.

Pertama, Senantiasa ingat terhadap hakekat jiwa manusia.

Kedua, Senantiasa ingat terhadap hakekat dunia dan akhirat.

Ketiga, Senantiasa ingat terhadap hakekat nikmat yang Allah SWT berikan.

Keempat, Senantiasa mengingat kematian.

Kelima, Senantiasa memperdalam agama Allah SWT.

Keenam, Hadir dengan rajin di majelis-majelis ilmu.

Ketujuh, Senantiasa ingat terhadap akibat yang dimunculkan orang-orang yang ujub.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.