Ghurur

Secara etimologi, kata ghurur mempunyai arti tertipu, baik oleh diri sendiri atau orang lain, atau juga oleh kedua-duanya. Adapun makna ini terlihat dari kata gharrahu-yaghurruhu yang berarti khadaahu ‘menipu atau memperdayainya’.

Adapun dalam pendekatan terminologi ghurur berarti sebagai berikut. Kekaguman  yang sangat terhadap diri sendiri, sampai pada batasan dimana seseorang meremehkan atau menganggap kecil segala yang dikerjakan atau sesuatu yang muncul dari orang lain daripada apa yang dikerjakan oleh dirinya.

Ghurur adalah kekaguman terhadap diri sendiri yang terlalu besar  dan berlebihan. Hal ini sangat berbahaya, sebab orang yang berada dalam kondisi kejiwaan seperti ini akan hidup dan berjalan mengikuti ilusi. Ia akan menghabiskan umurnya dalam khayalan, dan pada waktu yang sama akan terjebak dalam penolakan terhadap nasehat, dan bahkan tetap bertahan dalam tangga kesalahan. Kita bisa bayangkan manakala seseorang hidup dalam dominasi  penyakit ghurur, maka yang terjadi adalah ia tidak bisa hidup berdampingan dengan orang lain, dan kehidupannya tidak akan mengalami dinamisasi.

 

Sebab-sebab Ghurur

Karena ghurur merupakan tampilan daripada ujub yang berlebihan, maka faktor-faktor yang menjadikan seseorang jatuh kepada ghurur pun tidak jauh dari faktor munculnya ujub itu sendiri. Diantara sebab terjadinya ghurur adalah sebagai berikut.:

1.      Meremehkan muhasabah (Intropeksi diri)

2.      Berlebihan dalam beragama (al-Ghuluw)

3.      Memperdalam ilmu, terutama dalam masalah-masalah yang aneh dan langka, tetapi melalaikan aplikasi dari ilmu tersebut.

4.      Mengingat kepada ketaatannya saja dan melalaikan kemaksiatan yang ia lakukan.

5.      Larut dalam kecintaan terhadap dunia.

6.      Berlebihan dalam merahasiakan amal-amal yang dikerjakan.

7.      Langkanya orang- orang yang dijadikan referensi dalam keteladan.

 

Dampak Negatif Ghurur

Sebagaimana penyakit hati yang lain, sesungguhnya penyakit ini tidak hanya berdampak pada pelakunya saja, tetapi juga pada umat. Berikut ini rincian dari kedua dampak tersebut.

Pertama, Dampak negatif pada pelakunya.

1.      Jatuh pada sikapcinta jidal atau berdebat, tetapi tidak mau dikalahkan orang lain.

2.      Jatuh pada sifat sombong.

3.      Meremehkan pendapat orang lain.

Kedua, Dampak negatif pada umat.

1. Menjadikan umat mudah hancur. Hal ini dikarenakan individu-individunya terperdaya oleh kekaguman kepada dirinya sendiri, dan melalaikan kekuatan musuh.

2. Hilangnya ketahanan dan komitmen beragama pada umat.

 

Terapi Ghurur

Ada beberapa terapi yang bisa kita lakukan  untuk membentengi diri kita dari penyakit ini. Diantaranya adalah sebagai berikut.

1.Mengetahui secara baik dampak ghurur.

2.Menjaga keseimbangan dalam segala permasalahan.

3.Senantiasa memperdalam ajaran Islam.

4.Mempelajari biografi genenasi terbaik dari umat ini.

5.Menjauhkan diri dari orang-orang yang terperdaya.

6.Senantisa melakukan instropeksi diri.

7.Komitmen terhadap amal kebaikan

8.Senantiasa memohon perlindungan Allah SWT.